MY COLLECTION : Freezer Magnets
Seorang mahasiswaku, sudah tiga kali mengulang mata kuliahku Sejarah Arsitektur Modern. Bukan karena tidak lulus, tapi karena tidak tuntas menyelesaikan tugasnya dan akhirnya tidak mengikuti ujian. Tapi kali ini, saat mereka kubebaskan tidak perlu membuka buku di perpustakaan, tapi bebas mengambil data dari internet. Sheila, mahasiswaku itu, mampu menyelesaikan tugasnya dengan bagus. Bahkan, konon dia tidak keberatan mengueluarkan banyak uang untuk proses pengumpulan data dan penyelesaian tugasnya kali ini.
Aku bertanya dalam hati, apakah membuka literatur di perpustakaan terlebih dahulu, mulai tidak diminati oleh anak-anak yang gemar budaya instan ? Buku tebal dan hening, sudah menjadi barang kuno dan membosankan.
Akupun mulai bereksperimen mencari data di internet tentang miniatur bangunan. Pada akhirnya aku justru sangat jatuh cinta dengan benda yang disebut freezer magnet / fridge magnet ini. Landmark-landmark ini, memberiku imajinasi tentang keunikan arsitekturnya disana, meskipun aku hanya membaca dari buku dan belum pernah ke sana. Terkadang untuk bangunan yang belum kukenal, aku mulai jatuh cinta lewat souvenirnya yang kutemukan lebih dulu. Ujungnya, aku jadi gandrung mencari data tentang arsitektur di negara itu.
Wow... begitu kuatnya imajinasi yang bisa dikeluarkan oleh sebuah miniatur, kepada seorang arsitek. Bisa jadi teknik pembelajaran baru ..... mungkin ?
And this my collection :
Ada bebera website yang saya temukan alamat nya :
SOUVENIR FRIDGE MAGNETS: WORLD LAND
Nah, kalau yang ini ke pabriknya langsung, tapi pesannya minimal 500 pcs.
Yuna, my new friend fromChina, make me interested learn about China and souvenir products.


