bangun rumah

Mai 22, 2011 at 15:13 o\clock

Tips menata Ruang Interior

Listening to: bangun rumah

Ruangan keluarga sebaiknya dapat dicapai dengan mudah. Mengaksesnya mudah karena berada di tengah-tengah. Untuk itu harus dirancang terlebih dahulu. Desain rumah , termasuk posisi pintu, jendela, dan dinding, berhubungan erat dengan area zoning agar akses ruang dapat dicapai dengan mudah. Untuk Bangun rumah yang tidak begitu besar, ruang ini mengambil posisi di tengah-tengah ruang-ruang lain. Dapat kita bayangkan, orangtua dapat secara langsung mengawasi kegiatan anak-anak mereka yang masih kecil.

Penghuni rumah juga dengan mudah keluar atau turun (dari lantai atas) dari kamar pribadi ke ruang keluarga. Akan lebih baik jika posisinya berdekatan dengan pantry atau dapur sehingga aktivitas makan dan minum dapat dilakukan dengan mudah.

Pola aktivitas keluarga sangat berpengaruh terhadap zoning yang akan dirancang. Zona santai padaliving room dirancang dalam satu bentukan ruang. Pada umumnya bersifat semiprivat, di mana anggota keluarga berkumpul, sambil mengobrol, bermain, dan menonton televisi. Pencahayaan, pemilihan furnitur, dan warna sangat berpengaruh terhadap atmosfer ruang yang akan tercipta.

Hal lainnya, perangkat elektronik sebaiknya juga ditempatkan di ruang keluarga, bukan di ruang lain, sehingga televisi sebagai sarana entertainment dapat dinikmati di satu tempat.

Flow sirkulasi ruang keluarga dapat dirancang dengan memerhatikan dari mana ruang ini akan diakses. Dimulai dari pintu masuk, lalu ruang tamu, kemudian menuju ruang keluarga. Selain dekat dengan area pantry, ruang keluarga juga sebaiknya berdekatan dengan ruang tidur, taman, dan tangga menuju lantai atas.

Ketika posisi ruang keluarga telah ditentukan, pergerakan di ruang tersebut baru bisa diatur. Akan lebih mudah pengaturan sirkulasinya apabila ruang ini berada pada posisi sudut. Namun, pada umumnya ruang ini berada di tengah sehingga penataan furnitur yang ada di dalamnya juga memainkan peran penting.